Senin, 19 Januari 2015
Minggu, 21 September 2014
DOWNLOAD RAPORT DAN DAFTAR NILAI KURIKULUM 2013 SMAN 1 WONOSEGORO
Senin, 08 September 2014
Senin, 01 September 2014
Kamis, 27 Februari 2014
Artikelku di Suara Merdeka "Tumang Melawan Resistensi"
TUMANG
MELAWAN RESISTENSI
Oleh: Wiranto
Kini Tumang telah
berevolusi menjadi sebuah Desa Wisata yang mampu menghidupi warganya melalui
industri kerajinan Tembaga dengan omzet 1,2 milyar perharinya (Narwandi, 2013).
Meski sempat terseok-seok pada saat krisis moneter sekitar tahun 1998, dimana
harga Tembaga sempat membumbung tinggi, pengrajin Tumang masih bisa bertahan
hingga saat ini. Tercatat ada 300 orang pengrajin yang masih aktif hingga kini
dan terbagi dalam 50 kluster (Mansur, 2013).
Tumang mulai dikenal
dalam lingkup nasional dan internasional sejak pengrajin melakukan inovasi produk-produknya pada tahun
1980-an. Pada awal perkembangannya tahun 1970-an, produk Tumang didominasi
perlengkapan rumah tangga sederhana yang berkesan tradisional. Kini
produk-produk yang dihasilkan cenderung fungsional dan dekoratif bermuatan estetis berkesan
kontemporer dengan nilai jual tinggi.
Artikelku di Suara Merdeka "Setop, Premanisme Guru"
SETOP,
PREMANISME GURU!
Oleh: Wiranto
Lagi, sebuah tayangan
kekerasan yang dilakukan guru terhadap anak didiknya muncul dalam sebuah
pemberitaan di sebuah televisi swasta. Seorang guru (?) berambut gondrong, asap
rokok sesekali berhembus dari bibirnya, dengan ringan tangan memukul kepala
anak didik ketika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan. Kejadian ini menambah
episode kekerasan yang telah ada sebelumnya. Sungguh sebuah perilaku yang menciderai
citra guru sebagai seorang pendidik. Inilah guru preman yang selalu “kehabisan metode” dan
lebih mengedepankan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan dalam pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)